BERSYUKUR
SETIAP SAAT
Namaku : Najwa lailatus silvia
No peserta ku:
Dari begitu bangun pagi di kamar lantai
atas sampai turun ke lantai bawah, sudah berapa kali saya mengucapkan
terimakasih dan bersyukur? Mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali. Dalam satu
hari? Berapa kali saya berterimakasih dan bersyukur dalam hati? Berapa kali
saya saya ucapkan dengan lantang bersuara dengan orang lain? Mungkin bisa sampai
50 sampai 100 kali, bias jadi lebih, karena tidak saya hitung. Tidak praktis
kedengarannya? Kok ya aneh mengucapkan terima kasih sampai puluhan kali dalam
dan satu hari? Bahkan ratusan kali? Jawabannya mudah saja: dengan
berterimakasih dan bersyukur, kita selalu mencari sisi positif dari segala
sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka diri kuta semkain menajdi positif
dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih setitik di dalam hitam kelam dan
ada hitam setitik di dalam putih bersih.
Dengan selalu mengingat kelimpahan kita, otak
kita mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup di dalam
kelimpahan. Maka, semuja perbuatan kita didasari oleh keyakinan ini, termasuk
persepsi dirikita sebagai personifikasi dari sukses. Lantas, sampai kapan perlu mengucapkan terimakasih dan
bersyukur berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah,
tidak praktis, mungkin ada yang berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa inin
tidak mengajarkan untuk sukses dalam semalam, namum dengan mengubah mindset (pola pikir) maka segala factor eksternal
yang sering menjadi atribut orang sukses akan dating dengan sendirinya bagaikan
arus sungai.
Berterima kasih dan
bersyukur toh tidak memerlukan modal uang maupun sumber daya apapun. Intinya hanya
satu, yaitu kemampuan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirkan “pahala” yang
anda dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan pula mengharap nasib akan berubah
dalan sekejap. Yang jelas, dengan mengucapkan
terimakasih kepada orang lain tanpa ada rasa keterpaksaan dan rasa
canggung saja sudah merupakan jembatan kita kedalam hati orang itu.
“Terima Kasih” tidak akan pernah di
tolak oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum lebar dan hati
yang sedikit lebih lembut dari pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit
yang bias membantu kita semua dalam memproyeksikan diri yang sukses ke luar. Jadi,
jika ada keraguan dank e-engganan untuk
berterimakasih dan bersykur dalam skala dan frekuensi luar biasa, maka
sebaiknya anda urungkan niat anda untuk menjadi personifikasi dari sukses itu
sendiri. Ammiiin…
